Desa Tumenggungan adalah Desa Kolonisasi yang datang dari beberapa Daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan terdiri dari beberapa Daerah. Desa Tumenggungan pada mulanya adalah berasal dari hutan dan yang mendirikan Desa Tumenggungan adalah Eyang Tumenggung Wongsonegoro Depok dan Eyang Tumenggung Wongsonegoro Domas, Menurut Sejarah Cerita Rakyat Eyang Tumenggung Wongsonegoro adalah putra dari Pangeran Joyokusumo dan Nyi Galuh Parwati dari Banyuurip. Eyang Tumenggung Wongsonegoro Mengabdi di Kraton Ngayojokarto Hadiningrat, Pada masa penjajahan dahulu Desa Tumenggungan bernama Ngandong yang dipimpin oleh Demang Singolodro dan dilanjutkan oleh Demang Mertojoyo, selanjutnya dipimpin oleh Kilurah Ngadi Wirono dan dilanjutkan lagi oleh Kilurah Siswomiharjo, dan pada masa Kemerdekaan Tahun 1945 Desa Ngandong mengalami pemekaran dan berubah nama menjadi Desa Tumenggungan yang dipimpin oleh Kepala Desa, yaitu Bapak Sastro Taruno selama kurun waktu 44 tahun, saat itu Desa Tumenggungan memiliki penduduk kurang-lebih 145 KK dan 460 Jiwa, dan luas area persawahan sekitar 103 Ha. Pada tahun 1990 berganti kepemimpinan yang dipilih secara demokrasi yaitu Bapak Suparjo yang menjabat Kepala Desa periode 1990–1998 dan berganti dari periode 1998-2012 yaitu Bapak Aksomo Prantomo, dan pada periode 2012-2018 yaitu Bapak Harjito, selanjutmya pada periode 2018-2025 dan telah ditambah masa jabatan 2 tahun sampai tahun 2027 yaitu Bapak Sudaryadi.
Demikian selanyang pandang atau sejarah singkat Desa Tumenggungan yang dapat kami sampaikan kepada para pegiat Medsos, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua, terima kasih.